Blog

Sudah Saatnya UMKM Go Digital

Pandemi covid 19 benar-benar memukul telak UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).  Itu karena pembatasan mobilitas masyarakat, membuat semua orang harus berdiam diri di rumah dan berkegiatan dari rumah.  Hal ini jadi sangat mempengaruhi para pelaku usaha yang tidak bisa menjalankan bisnis nya seperti biasa.

Menurut data dari BPS sebanyak 84% UMKM mengalami penurunan pendapatan sejak pandemi terjadi. Tidak sedikit usaha yang terpaksa menutup gerai atau toko mereka.  Banyak pula yang terpaksa me-rumahkan para pegawainya untuk bisa bertahan.

Para pengusaha mencoba menyiasati dengan memberikan pelayan secara daring  agar bisnis tetap bisa berjalan.Beralih ke pelayanan online memang menjadi solusi terbaik untuk masa pademi saat ini. Sekaligus untuk pengembangan bisnis jangka panjang. Karena sudah saatnya UMKM  beralih ke dunia digital dan mengikuti perkembangan dunia dengan teknologi yang semakin maju.

Keuntungan  men-digitalisasi-kan  UMKM

sumber: freepik.com

Sebenarnya ada hikmah yang bisa diambil dari kondisi pandemi saat ini, yaitu mulai beradaptasinya para pengusaha mikro dalam memanfaatkan teknologi digital. Mempercepat proses untuk UMKM berkembang lebih besar lagi.

Karena bukan hanya para pemilik bisnis yang akhirnya harus cepat menyesuaikan diri, masyarakat pun harus beradaptasi untuk menggunakan pelayanan online. Mau tidak mau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari orang-orang membelinya secara online dan menggunakan jasa pengantar online juga. Karena keharusan melakukan physical distancing dengan berdiam di rumah.

Dunia digital memberikan ruang kesempatan yang luas untuk sektor bisnis. Mempermudah dalam pemasaran dan proses transaksi. Sayang jika keuntungan ini hanya dirasakan oleh pelaku usaha yang besar. Diharapkan UMKM juga bisa ikut merasakan kemudahan berbisnis dengan memanfaatkan internet.

UMKM bisa menjangkau pasar yang lebih besar lagi karena semua orang terkoneksi melalui internet. Para calon pembeli bisa berasal dari mana saja, dari kota yang berbeda-beda bahkan bisa juga dari luar negeri.

Untuk di indonesia sendiri, dari hasil survey APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), pada tahun 2018 ada 171,17 juta orang yang sudah memiliki akses ke internet.  Belanja online menjadi salah satu dari sekian banyak alasan saat orang mengakses internet. Meski tujuan hiburan masih menjadi alasan utama masyarakat kita menggunakan internet.

Keuntungan lain yang bisa dirasakan dari mendigitalisasikan bisnis ialah mempermudah proses jual beli. Penjual dan calon pembeli tidak perlu bertemu langsung. Pelanggan bisa membeli kapanpun mereka mau. Penjual pun tidak perlu menghabisakan waktu dengan stand by di dalam toko, bisa dilakukan dari manapun, termasuk dari rumah.

Selain itu suatu produk bisa memiliki nilai tambah jika penjual bisa berinovasi dalam membuatnya. Atau membuat packaging se-kreatif mungkin, hingga menarik calon pembeli untuk melakukan pembelian. Maka dari itu diharapkan para penjual bisa memanfaatkan fitur-fitur teknologi secara optimal. Aktif di dunia media sosial, berinteraksi dengan followers agar bisa menarik banyak pelanggan setia, yang akhirnya membuat mereka datang kembali untuk membeli produk.

Baca juga: Haruskah Membangun Brand untuk Jualan Online Anda? Simak 2 Alasannya

Pemerintah Menargetkan 10 Juta UMKM Go Digital

sumber: freepik.com

Untuk dapat mengembangkan pemasaran digital memang membutuhan waktu agar bisa terbiasa. Juga pelatihan untuk dapat menguasai teknik berbisnis secara online. Maka dari itu untuk mempecepat beralihnya bisnis dari offline ke online mengikuti banyak pelatihan dan program kerjasama akan sangat membantu.

Pemerintah juga telah memberikan perhatian untuk perkembangan UMKM. Terlebih setelah adanya pandemi, pemerintah semakin gencar.Bahkan diketahui nilai alokasi yang diteken pemerintah untuk UMKM mencapai Rp 123,46 triliun.

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menargetkan 10 juta UMKM terdigitalisasi hingga akhir 2020. Dilansir dari bisnis.com pihak Kemenkop UKM mengatakan hingga saat ini telah ada 9,4 juta UMKM yang go digital. Bertambah sebanyak 1,4 juta dari tahun 2019 yang masih di angka 8 juta UMKM.

Kemenkop UKM telah menyiapkan banyak program pelatihan dan pendukung lainnya untuk membantu UMKM. Strategi yang dibuat di antaranya dengan menjalin kerjasama dengan sejumlah e-commerce ternama untuk menyerap berbagai produk UMKM. Kemudian menyelenggarakan program EDUKUM, yaitu pelatihan untuk memperluas akses pasar dan memperbaiki proses bisnis menuju era digital.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat