Blog

5 Penyebab Turunnya Omset Bisnis Online

turunnya omset bisnis disebabkan salah satunya oleh konten marketing yang dibuat oleh pebisnis

5 Penyebab Omset Bisnis Online Merosot

Menyalahkan keadaan, menyalahkan kondisi pasar, menyalahkan keadaan ekonomi global biasanya muncul dari pebisnis yang sedang mengalami turunnya omset bisnis.

Ketahuilah bahwa itu adalah ucapan seorang yang sedang dirundung putus asa..

Karena kenapa?

Jika anda mau membuka lebar mata anda, diwaktu yang banyak sekali pebinis yang nasibnya sebaliknya dengan Anda.

Terlena dalam menyalahkan factor eksternal adalah sebuah blunder terbesar bagi pebisnis, pebisnis justru harus menumpahkan seluruh daya yang dimilikinya untuk keluar dari zona keterpurukan turunnya omset bisnis.

Semakin cepat ia bergerak untuk keluar dari keterpurukan, bersamaan dengan itu solusi pun muncul menemani perjalanan.

Evaluasi adalah langkah pertama yang harus dilalui agar terhindar dari turunnya omset bisnis.

Bukan keadaan eksternal yang sebetulnya membuat penurunan ini terjadi, mungkin ada system bisnis anda yang harus diperbaiki atau disempurnakan.

kali ini konten marketing yang akan saya bahas lebih detail.

Konten menurut Wikipedia adalah  informasi yang tersedia melalui media atau produk elektronik.

5 diantaranya mungkin belum anda lakukan :

Belum Menyediakan Konten Dalam Sales Funnel Pada Setiap Tahapnya

Sales funnel atau marketing funnel disebut juga sales pipeline adalah setiap tahapan yang dilalui oleh setiap individu sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian.

Dari awal Anda mengundang traffic dan mendapat kontak, mengubah kontak menjadi prospek, hingga akhirnya close the deal.

Secara umum ada 3 bagian sales funnel:

Awareness

Awareness sering juga disebut satu bentuk kesadaran dengan masalah yang sedang dialami. Kemudian menimbang-nimbang pilihan yang ada. Terakhir, memutuskan untuk membeli.

Misalnya anda hendak menjual rumah, maka, Konten Awareness berisi panduan membeli rumah yang tepat, terdapat foto-foto desain rumah, memberi saran untuk memilih lokasi yang pas, dan lainnya. Konten yang sekiranya akan dicari oleh mereka yang ingin membeli rumah.

Jadi, konten awareness harus bisa dinikmati oleh pencari informasi bahkan oleh mereka yang saat ini tidak langsung ingin membeli.

Consideration/Evaluation

Seseorang yang memiliki pengetahuan tentang produk Anda sebagai solusi dari masalah yang sedang mereka alami.

Konten untuk Evaluation bersifat edukatif tetapi juga persuasive.

Tujuan utama dalam tahap ini adalah memperkenalkan bahwa ada solusi yang lebih mudah untuk menyelesaikan masalah mereka.

Dan anda adalah solusi yang pas untuk mereka.

Misalnya:

Untuk mencerahkan wajah, mereka tidak perlu berdiam diri dirumah setengah mati atau diet terhadap makanan berminyak super ketat. Dengan bantuan produk yang kita jual, prosesnya jadi lebih mudah.

Jadi, kita memperkenalkan suatu nilai tambah.

Dibandingkan dengan solusi tradisional misalnya atau solusi lain, produk/jasa yang anda tawarkan memiliki nilai tambah yang menarik bagi mereka.

Purchase

Menjadi customer yang siap untuk melakukan pembelian produk anda.

Pada kondisi ini mereka sudah dalam keadaan ter-edukasi dan terinformasikan dengan masalah yang ada serta solusi yang tepat bagi mereka. Dan mereka sudah tertarik dengan produk atau layanan anda.

Namun ternyata masih ada 1 hambatan lagi yang menghalangi mereka untuk melakukan pembelian, yakni Rasa takut, atau ketidakpastian.

Karena itulah konten Purchase 100% bersifat persuasif, contohnya:

  • Jaminan/garansi
  • Cara melakukan pembelian
  • Trial/demo/sampel
  • Konsultasi gratis
  • Diskon atau bonus

Dari semua proses memiliki tujuan akhir untuk menumbuhkan perasaan yakin.

Belum Mengidentifikasi Masalah Yang Umum Terjadi Untuk Dicarikan Solusinya

Sebagus apapun konten yang dibuat akan percuma kalau isinya tidak menyelesaikan permasalahan dari pembacanya sampai tuntas.

Mari kita coba untuk mengingat kembali…

Apa sebenarnya yang membuat seseorang memutuskan untuk melakukan pembelian?

Boleh jadi karena mereka memiliki masalah. Betul?

Namun tahukah Anda bahwa melakukan pembelian itu adalah opsi terakhir. Saat mereka tidak bisa menyelesaikan permasalahannya sendiri.

Jadilah solution maker. Yang pertama harus anda lakukan adalah memberikan solusi solus dari permasalahan yang customer anda alami.

Sebab Anda tidak akan bisa mempengaruhi orang lain untuk membeli kalau belum apa-apa sudah menyuruh mereka mengeluarkan uang untuk membeli.

Hal ini terjadi pada masyarakat umum yang belum ter-edukasi dan terinformasikan dengan bisnis anda, inilah salah satunya yang menjadi faktor turunnya omset bisnis.

Belum Membuat Konten Visual

Pada umumnya pasar di internet masih dalam keadaan pasif. Maka, ketika ditawarkan untuk membeli mereka tidak langsung membeli.

Ketika selesai membaca konten pun mereka masih saja dalam keadaan pasif.

Maka yang Anda butuhkan adalah membuat konten praktis yang divisualisasikan.

Artinya: konten berupa panduan yang bisa langsung dipraktekkan oleh pembaca dan langsung memberikan manfaat positif bagi mereka dalam melengkapi informasi mengenai produk atau layanan bisnis anda.

Jenis terbaik untuk tujuan ini adalah panduan, panduan berisi tahap-tahap atau langkah-langkah dalam menggunakan produk atau jasa anda bukan informasi berita berita, atau bukan sekedar bacaan saja.

Alasan dibuatnya konten praktik secara visual ini

Konten seperti itu bisa menyelesaikan 2 masalah sekaligus.

Pertama, mereka akan “bergerak” dari pasif menjadi aktif.

Yang kedua, mereka akan memutuskan untuk menggunakan produk Anda sebab produk anda sudah mendapat nilai kepercayaan.

Belum Mengoptimalkan Email Marketing

Setelah mendapatkan emailnya kita tidak langsung melakukan spamming penjualan begitu saja menuju inbox mereka biasanya aplikasi yang digunakan adalah Tinny Letter.

Yang paling umum kesalahannya adalah :

  1. Memberikan gratisan ditukar email atau kontak lain
  2. Kemudian punya 1000an email list
  3. Dikirimkan “email blast” yang menawarkan produk
  4. Report as spam…tamat

Ini tentu saja kesalahan besar.

Begini, jika anda ingin berhasil menjual produk via online – maka Anda harus mengurangi proses menjualnya. Sebab tidak ada orang yang suka terhadap orang yang selalu menyuruh mereka mengeluarkan isi dompet.

Maka dari itulah tugas utama anda adalah bagaimana mengkondisikan mereka agar siap untuk membeli.

Konten yang diterbitkan di website sebagian besar adalah awareness, tujuan utama awareness salah satunya adalah mendatangkan traffic. Sedangkan dalam email marketing, yang kita berikan kepada audiens adalah konten Evaluation dan Purchase.

Untuk website yang menjual suplemen pemutih wajah seperti ini kira-kira proses yang dilalui:

Masuk ke website > membaca “cara memutihkan kulit” > mendaftarkan email untuk mendapatkan bonus > menuju halaman produk > menuju konten studi kasus, testimonial, atau FAQ > mendapatkan kupon diskon > melakukan pembelian.

Idealnya seperti itu.

Tetapi seringkali prosesnya berhenti di tengah-tengah.

Maka dari itu melalui email marketing, supaya kita bisa mengingatkan mereka kembali untuk melanjutkan prosesnya.

Belum Melakukan Analisis Konten

Kalau anda memiliki kontennya, Apakah konten yang Anda buat telah menghasilkan penjualan? Apakah konten ini percuma diproduksi? Atau justru malah berakibat buruk bagi performa bisnis anda? Anda tidak akan pernah tahu apabila Anda tidak melaksanakan sebuah analisis. Analisis ini dilakukan Bukan berdasarkan asumsi melainkan dari rentetan data yang nyata dan bisa dipertanggungjawabkan.

Itulah sebagian fungsi analisis konten.

Sebagai evaluasi pastikan konten mana yang sekiranya memberikan hasil terbaik, mana yang percuma, dan mana yang justru berakibat buruk bahkan menyebabkan turunnya omset bisnis. Kemudian dari hasilnya anda akan tahu konten seperti apa yang harus dibuat kedepannya.

Jika anda mengalami kesulitan dalam membuat sebuah konten marketing maka anda bisa mengunjungi artikel saya sebelumnya tentang 4 Jenis Konten Media Sosial Terbaik untuk Digital Marketing. Atau anda boleh menghubungi perusahaan penyedia layanan produksi konten seperti COMMPASS DIGITAL.

Sekilas Tentang Commpass Digital


Commpass Digital telah berdiri sejak tahun 2014, pada mulanya bergerak dalam bidang event organizer khususnya dalam bidang otomotif. Pada beberapa kesempatan terlibat sebagai partner beberapa perusahaan dan instansi seperti PT Djarum Super, PT Daya Adicipta Motora, Variasi MX, Polda Jabar, Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung dll, dalam realisasi event reguler mereka.

Kreativitas merupakan kunci utama yang selalu kami munculkan dalam merancang setiap pekerjaan dan setiap pemecahan masalah. Setelah melalui berbagai proses yang sudah berjalan, Commpass berkomitmen untuk bekerja secara profesional sesuai dengan goal yang diinginkan oleh klien. Commpass sangat membuka diri untuk ikut terlibat dan berkontribusi dalam perencanaan dan pelaksanaan setiap pemecahan problem yang Anda targetkan. Goal bisnis Anda adalah misi utama yang harus kami selesaikan secara profesional. Jika dibutuhkan report bisa kami berikan setiap minggu ataupun akhir bulan.

Kontak Perusahaan


Untuk mendapatkan penawaran ataupun informasi dasar yang Anda butuhkan, silahkan hubungi kami melalui :

Email official@commpass.co.id
Instagram @commpass.digital
Facebook https://fb.me/commpass.digital

Atau silahkan untuk datang langsung ke alamat kantor kami di
Jl Ciwastra Komp Jingga Residence Blok R6 Ruko AA Lt.2 Bandung


Berlangganan Artikel

Silahkan isi data berikut ini untuk mendapatkan update tips dan info terbaru


Apakah artikel ini bermanfaat?

Berikan penilaian Anda

Rata-rata nilai / 5. Hasil

As you found this post useful...

Follow us on social media!

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar